Bagi anda yang sering menonton berita tentunya anda tau berita yang sedang memanas yang mengusik usik hati bangsa Indonesia. Ya...
Apa lagi kalo bukan Memanasnya Hubungan Indonesia-Malaysia
Bagaimana tidak???
3 petugas patroli kita yang sedang berjaga di sekitar selat malaka di tangkap setelah iya menangkap nelayan nelayan Malaysia yang mencuri ikan di laut Indonesia.
Padahal sudah jelas jelas Malaysia yang salah....
Bagaimana keadaan 3 petugas patroli kita selama di tahan di Malaysia????
menurut sumber berita yg saya tonton di Tv one ternyata mereka diperlakukan tidak semestinya. Mereka Diborgol dan diperlakukan seperti penjahat.
Inikah perlakuan baik negeri yang Katanya SERUMPUN???
Inikah perlakuan baik dari negeri yang katanya Bersahabat dengan kita???
lalu bagaimana Maling ikan dari Malaysia???
mereka ditahan sementara dan dibawa ke Batam kep.Riau.
Bagaimana MALING MALING IKAN itu diperlakukan????
owh tentu diperlakukan dengan baik....
Coba anda pikir..
MALING MALING IKAN saja diperlakukan dengan baik oleh kita. Lalu mengapa 3 petugas patroli kita di perlakukan kurang baik disana.
APAKAH ITU YG NAMANYA SAHABAT???
APAKAH ITU YG NAMANYA TETANGGA???
APAKAH ITU YG NAMANYA TETANGGA???
Dan Bagaimana reaksi pemerintah????
Meski dinilai lamban akhirnya pemerintah dapat memulangkan 3 petugas patroli kita yang katanya pemerintah Malaysia itu TUKAR GULING dengan MALING MALING IKAN MALAYSIA. Tpi kenapa pemerintah Indonesia tidak mengakui hal itu??
Coba anda fikir.
Petugas Patroli laut ditukar dengan MALING IKAN.
sungguh sangat memalukan
Kalau kita mengingat masa lampau tentang kejahatan Malaysia. Pasti bukan kali ini saja. Sudah berulang ulang kali Malaysia merampas kepunyaan kita.
Anda masih ingat budaya dan keseniaan kita di klaim oleh Malaysia. Dan yang sangat MENUSUK HATI BANGSA ini ialah LEPASNYA PULAU SIPADAN DAN LIGITAN.
Sungguh sebuah ironi. Dari 17 Hakim Mahkamah Internasional hanya 1 hakim saja yang berpihak kepada Indonesia. Tentunya kita tidak mau masalah semacam
itu terulang kembali.
Tidak hanya itu.
Malaysia juga mengklaim blok Ambalat sebagai wilayahnya.
Hal itu setelah pemerintah Malaysia mengetahui adanya kandungan minyak di blok Ambalat. Padahal sudah jelas jelas blok Ambalat merupakan wilayah
Indonesia.
Sempat terjadi ketegangan di perairan itu ketika polisi perbatasan kita menemukan kapal Malaysia memasuki perairan Ambalat. Polisi perbatasan kita sempat mengeluarkan tembakan peringatan namun sayangnya kapal Malaysia itu tidak memperdulikannya
Apa tidak melampaui batas???
Sudah MALING BUDAYA, MALING IKAN, MALING WILAYAH dan entah nanti maling apa lagi....
Apa yang dilakukan pemerintah RI untuk masalah ini???
Anda jangan berharap banyak dari pemerintah. Selama ini pemerintah lamban dalam menangani masalah ini. Bahkan pemerintah terkesan TAKUT terhadap MALAYSIA.
Apa komentar anda tentang pidato SBY kemarin???
ya, pidato SBY MEMBLE. dan TIDAK TEGAS dalam menangani masalah ini. Seharusnya sebagai pemimpin ia mengeluarkann gregetnya sebagai tanda ia marah kepada Malaysia.
Tempatnya aja di markas TNI tetapi
pidatonya sangat lembut. Seharusnya pidato
SBY kemarin di GEDUNG WANITA bukan
di Markas TNI.
Ini sangat berbeda sekali ketika Perdana Menteri Malaysia dengan ANGKUHNYA mengatakan :
’’Kesabaran Malaysia sudah habis. Malaysia akan menghadapi SIAPAPUN yang berani mengganggu malaysia dari luar maupun dalam’’
Mengapa SBY tidak bisa menggeretak Malaysia sedikiiiiit saja.
Setidaknya kita dah nunjukin taring kita sebagai Bangsa Yang Besar dan Berdaulat.
Apalagi tahun depan 2011 Indonesia sebagai PEMIMPIN ASEAN. bagaimana bisa SBY memimpin 10 negara ASEAN ngurusin masalah 2 negara aja tidak tegas.
Kita lihat saja perkembangan selanjutnya...
Tentunya kita berharap ketegasan SBY dalam menangani masalah ini.....
Sekali lagi yang kita harapkan ialah KETEGASAN bukan KELEMBUTAN....
Apakah SBY mampu menangani masalah ini????
kita lihat saja nanti...
Hanya waktu yang bisa menjawab.