Sabtu, 11 Desember 2010

Ketika Keistimewaan Yogya diperdebatkan



Well,… sebagaimana terlihat pada peta diatas… beginilah wajah Ibu Pertiwi… sekitar tahun 1830 pasca Perang Diponegoro …!!! Wilayah terbagi… Hinda Belanda menguasai banyak wilayah… namun terlihat beberapa wilayah masih dipegang oleh beberapa Kerajaan … seperti Kasultanan Jogjakarta … !!! Bicara Jogjakarta, alias Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat… tidak terlepas dari Kerajaan Mataram Islam …!!! :D
Yup,.. setelah terjadi perjanjian Giyanti… Kerajaan Mataram Islam terbagi-bagi… salah satunya yaaa kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat …!!! Kerajaan Mataram Islam,… muncul pasca Kerajaan Demak dan Pajang… namun semuanya bermuara kepada Kerajaan Majapahit … !!! Lha wong semuanya merupakan keturunan Prabu Brawijaya V … dimana pada waktu zaman keemasan Majapahit… mirip seperti Indonesia sekarang… namun lebih luas … sampai ke Thailand Selatan … !!! Bahkan yang namanya Malaka… termasuk kekuasaan Majapahit… tidak heran disana banyak orang Jawanya … !!!
Bendera Indonesia pun…. yaitu merah putih… diambil dari simbol Kerajaan Majapahit… yaitu gula kelapa… dimana didominasi dengan warna merah dan putih …!!! Lha sewaktu Indonesia merdeka tahun 1945… Sultan Hamengku Buwono IX mengeluarkan amanat… pada tanggal 5 September 1945 …!!!
AMANAT
SRI PADUKA INGKENG SINUWUN KANGDJENG SULTAN
Kami Hamengku Buwono IX, Sultan Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat menjatakan:
  1. Bahwa Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia.
  2. Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mulai saat ini berada ditangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnja kami pegang seluruhnya.
  3. Bahwa perhubungan antara Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia, bersifat langsung dan Kami bertanggung djawab atas Negeri Kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Kami memerintahkan supaja segenap penduduk dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mengindahkan Amanat Kami ini.
Ngajogjakarta Hadiningrat, 28 Puasa Ehe 1876 atau 5-9-1945

Lha,…pemerintah pusat memberikan piagam pada tanggal 6 September 1945,… yang diberikan oleh Menteri Negara Mr.  Sartono kepada Sultan Hamengku Buwono  IX …!!! Piagam ini telah dibuat setelah 1 hari setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya… Kanjeng Sultan mengirimkan kawat ucapan selamat kepada Soekarno-Hatta dan Dr. Rajiman Wediodiningrat …!!!
Kami Presiden Republik Indonesia menetapkan :
Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang kaping IX ing Ngayogyakarta Hadiningrat,pada kedudukannya dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kanjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran,tenaga,jiwa dan raga untuk keselamatan daerah Yogyakarta sebagai bagian Republik Indonesia.
Jakarta 19 Agustus 1945
Presiden Republik Indonesia
Jogja berdiri dibelakang Negara Indonesia,… bahkan ketika Belanda masuk lagi ke Indonesia… dan terpaksa Republik ini harus memindahkan Ibukotanya dari Jakarta ke Jogjakarta…. Sultan Hamengku Buwono IX tidak segan-segan membantu …!!! Segala gaji pemerintahan, penyiapan gedung untuk menjalankan roda pemerintahan… dikeluarkan dari ‘kocek pribadi’ Kanjeng Sultan …!!! Peti-peti duit emas dan gulden… dikeluarkan oleh Kanjeng Sultan… dan Bung Hatta mengetahui sekitar 5 Juta Gulden telah dikeluarkan Kanjeng Sultan …. dan ia pernah menanyakan apakah perlu diganti… ??? Sampai akhir hayatnya… Kanjeng Sultan HB IX… tidak pernah menjawab… seolah mengerti betul akan “sepi ing pamrih rame ing gawe” …!!! Ntaaagh apa jadinya,… jika saat itu Kanjeng Sultan HB IX tidak fully support untuk Ibu Pertiwi ini …. ???

Ada kisah menarik tentang Kanjeng Sultan HB IX setelah pasca Indonesia merdeka… seorang wanita tua pedagang beras sudah biasa ‘nebeng’ jika ada kendaraan yang lewat …!!! Ketika asyik menunggu… kemudian ada Jeep Willys yang lewat… si wanita tua itu menyuruh sang supir… untuk menaikkan karung-karung berasnya… !!! Setelah itu, wanita tua itu nebeng… dan sampai ditempat yang dituju… meminta lagi sang supir untuk menurunkan karung berasnya … !!! Sang supir kembali menurunkan karung-karung beras permintaan wanita tua itu… !!! Kemudian setelah seluruh karung beras diturunkan… wanita tua itu memberikan duit Rp. 1,- namun supir itu menolak… dan langsung melanjutkan perjalanan …!!! Wanita tua itu marah-marah… karena seolah-olah sang supir ingin duit lebih…. !!! Seorang polisi kemudian menghampiri wanita tua itu… dan memberitahu bahwa tadi adalah Kanjeng Sultan HB IX… langsung sang wanita tua itu…. glodaaaaagh … pingsaaaan … !!! :D

Peranan Kanjeng Sultan HB IX juga tampak pada serangan umum 1 Maret 1949 … dimana pasca Agresi Militer Belanda… semangat tempurnya melemah… belum lageee para pegawai plus tentara… tidak mendapat gaji pasca Agresi tersebut …!!! Kocek duit pribadi Kanjeng Sultan turut membiayai perlawanan terhadap Belanda … !!! Memang dilapangan Pak harto yang yang sanggup membungkam Belanda … !!! Kanjeng Sultan walau mendapat pendidikan barat… namun sangat memegang teguh tradisi Jawa … !!!

Oleh karena peran Kanjeng Sultan HB IX itulaaagh,… maka Jogjakarta berbentuk Daerah Istimewa … !!! Lha wong sebelum Indonesia merdeka… Jogjakarta sudah merdeka duluan… ada kedaulatan disana… apalagi mau mau menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia … !!! Bahkan pada UUD 1945 (perubahan II),… pada pasal 18B jelas sekali Negara mengakui dan menghormati daerah yang bersifat khusus atau istimewa … !!!

Pasal 18B

(1) Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan Undang-undang.
(2) Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.
Sifat Raja di negeri Nusantara ini… tidak bisa disamakan dengan Kaisar di Jepang atau Raja di Thailand misalnya… yang hanya sebagai simbol … !!! Sudah turun-temurun seorang Raja adalah pemegang kuasa tertinggi… memerintah… sekaligus mengatur agama (gelar Sayidin Panatagama Khalifatullah red.) …!!! So,… dari sini saza… seorang Sultan otomatis menjadi seorang Gubernur … !!!

Lha apa kemudian Jogja seperti kerajaan tulen … alias monarkhi … ??? Tidak,… lha wong Kanjeng Sultan masih mempertanggung jawabkan kepada DPRD… !!! Dimana hal ini tidak terjadi pada jaman kerajaan di Nusantara… lha wong jaman dulu titah Raja adalah peraturan …  alias L’etat, C’est Moi … !!! So,… hampir sama seperti walikota di Jakarta… yang tidak ‘dipilkada’… disitulah semangat ‘Bhinneka Tunggal Ika’… yang semuanya dibingkai oleh semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia… !!! :D

Awal Kebangkitan Sepak Bola Indonesia


Foto: Skuad Timnas Indonesia/Heru Haryono (okezone)
HASIL fantastis diperoleh Timnas Indonesia sepanjang babak penyisihan Grup A, AFF Suzuki Cup 2010. Kini, mampukah skuad Garuda menancapkan kukunya untuk mencatat sejarah baru dengan merebut trofi juara untuk pertama kalinya?

Jika melihat performa Firman Utina dkk sepanjang babak penyisihan grup, Indonesia memang berpeluang besar untuk bisa mengakhiri catatan buruk sepanjang enam perhelatan AFF Cup (dulunya Piala Tiger). Bagaimana tidak, merah putih melewati fase grup dengan sempurna.

Tiga kali main, skuad besutan Alfred Riedl sukses mengakhirinya dengan kemenangan. Negara tetangga Malaysia menjadi korban pertama yang ‘diganyang’ 5-1. Di laga kedua, Laos yang mengalahkan Indonesia 0-2 di Sea Games tahun lalu juga tak bisa berkutik. Dua gol kapten tim Firman Utina mengantar Indonesia melakukan pembalasan sempurna dengan memberondong setengah lusin gol tanpa mampu dibalas.

Terkini, malam tadi Indonesia kembali menunjukkan diri sebagai calon kuat juara dengan menundukkan kolektor tiga kali juara Thailand dengan skor 2-1, setelah sebelumnya sempat tertinggal 0-1. Hasil ini memaksa negeri ‘Gajah Putih’ yang sebelumnya digadang-gadang bakal keluar sebagai juara justru harus terkapar di penyisihan grup. Kemenangan ini juga merupakan sejarah baru bagi persepakbolaan Indonesia yang belum pernah menang atas Thailand.

Dengan mengoleksi poin maksimum, sembilan angka, Indonesia melaju mulus ke semifinal didampingi Malaysia. Hebatnya, kegemilangan laskar merah putih juga dibarengi dengan penampilan solid baik saat bertahan maupun menyerang. Ini dibuktikan dengan catatan statistik dimana Indonesia mampu mencetak 13 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Torehan prestasi Indonesia kali ini jelas memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya para pecinta sepak bola. Ini terbukti dengan terus meningkatnya jumlah dukungan fans yang datang langsung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Jika di pertandingan pertama, Indonesia hanya didukung sekira 30.000 fans, di laga terakhir jumlahnya meningkat dua kali lipat hingga menembus angka 65.000 fans.

Selain berkat performa solid dan kerja sama apik para pemain di lapangan, serta dukungan penuh supporter, hasil ini juga tak lepas dari peran pelatih Alfred Riedl yang sukses memberikan warna baru dalam permainan timnas. Di era kepemimpinannya, arsitek asal Austria ini melakukan terobosan berani dengan mengubah paradigma timnas yang selama ini hanya mengandalkan para pemain seniornya.

Di tangan Riedl, para pemain muda mendapat kepercayaan penuh untuk bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa. Nama-nama baru yang sebelumnya tak pernah terdengar seperti Zulkifli Syukur, M. Nasuha (bek sayap), Ahmad Bustomi hingga Oktovianus Maniani sukses menggantikan peran para seniornya. Dengan kombinasi pemain muda dan senior, kini Indonesia menjelma sebagai kekuatan baru di Asia Tenggara.

Selain faktor di atas, dukungan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada timnas untuk melakukan naturalisasi juga pantas mendapat aplaus tersendiri. Bagaimana tidak, masuknya dua pemain blasteran di tim, yakni Christian ‘El Loco’ Gonzales dan idola baru Irfan Bachdim sukses memberi warna tersendiri dalam permainan tim.

Ya, duet El Loco dan Bachdim di lini depan membuat lawan-lawan Indonesia di babak penyisihan grup seakan buta dengan kekuatan Indonesia. Alhasil keduanya pun sukses memberikan sumbangsih maksimal untuk tim. Dari tiga laga, Bachdim sukses melesakkan dua gol, masing-masing saat melawan Malaysia dan Laos.

Sementara El Loco, bomber veteran dari tim Persib Bandung sukses menyarangkan satu gol. Tak hanya gol, bomber 34 tahun ini juga rajin memberikan ‘assist’ yang berujung gol. Bukti konkritnya adalah pergerakannya di kotak penalti yang memaksa pemain Thailand melakukan pelanggaran dan berujung penalti yang dieksekusi dengan dingin Bambang Pamungkas untuk membawa Indonesia menyamakan kedudukan saat melawan Thailand. Hal serupa juga sempat dilakukan El Loco saat bersua Laos di pertandingan sebelumnya.

Nah, dengan komposisi tim yang seimbang, Indonesia tentunya berpeluang besar mengakhiri rasa penasaran mereka dalam delapan kali perhelatan AFF Cup, dengan memeluk trofi juara. Seperti diketahui, sepanjang perhelatan ajang dua tahunan tersebut, pencapaian maksimal skuad Garuda hanya tiga kali menjadi finalis. Inilah momen tepat untuk menandai kebangkitan sepak bola Indonesia yang dahulu sempat dikenal dengan sebutan ‘Macan Asia’. So, terbanglah tinggi Garuda ku! (acf)

Pakai Kerudung, Ratu Inggris ke Masjid Simak Pengajian

Ratu Elizabeth II bersedia melepas alas kaki dan berkerudung saat mengunjungi suatu mesjid. Pemimpin Kerajaan Inggris itu juga antusias melihat sejumlah anak mengaji.  Menurut kantor berita Associated Press (AP), suasana itu berlangsung saat Elizabeth menyambangi Mesjid Agung Sheik Zayed di ibukota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi, Rabu 24 November 2010. Ini merupakan kali kedua ratu berusia 84 tahun itu berkunjung ke UEA. Kunjungan pertama berlangsung 30 tahun lalu.

Kunjungan ratu Inggris Elizabeth ke Dubai
Sebagai syarat memasuki lingkungan mesjid, siapapun harus mengenakan pakaian yang sopan dan harus menutup aurat. Aturan ini juga berlaku bagi Elizabeth. Dia mengenakan selendang berwarna emas kendati sudah memakai topi kecil. Ditemani suaminya, Pangeran Philip, dan para petinggi UEA, Elizabeth berhenti sejenak di luar mesjid untuk melepaskan sepatu. Bersama pemandu, ibu Pangeran Charles itu berkeliling komplek mesjid berlantaikan batu marmer.
Kunjungan ratu Inggris Elizabeth ke Dubai
Di dalam mesjid itu terdapat makam Sheik Zayed bin Sultan Al Nahyan, presiden pertama UEA setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris, yang telah menduduki daerah tersebut selama 100 tahun.  Elizabeth juga menyaksikan pembacaan al-Quran, yang dilakukan sejumlah santri di mesjid tersebut. Dia tampak serius menyimak penjelasan arti ayat-ayat al-Quran dari pemandunya.
Kunjungan ratu Inggris Elizabeth ke Dubai
Menurut Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Abu Dhabi, kunjungan Elizabeth ke mesjid itu sangat penting untuk menunjukkan eratnya hubungan antarpemeluk agama yang berbeda. Kedubes Inggris mengingatkan, selain memimpin Kerajaan Inggris Elizabeth II juga berstatus Kepala Gereja Anglikan. “Kunjungan kepala Gereja Anglikan ke mesjid ini adalah bukti cerminan dialog antarkeyakinan dan toleransi antara UAE dan Inggris,” ujar pernyataan dari Kedubes Inggris.
Kunjungan ratu Inggris Elizabeth ke Dubai
Setelah UEA, Elizabeth juga dijadwalkan mengunjungi Oman. Dalam kunjungan selama lima hari, Ratu Inggris berupaya meningkatkan hubungan antara kerajaannya dengan negara-negara teluk. Di Abu Dhabi, Inggris menandatangani sejumlah perjanjian dengan UEA, diantaranya kerjasama pengolahan energi nuklir.
Kunjungan ratu Inggris Elizabeth ke Dubai